Home / Sosial dan Budaya

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 06:37 WIB

Pendataan Regsosek 2022 Perbaiki Data Kependudukan Yang Telah Ada

Bagikan

GM – Kota Gorontalo – Registrasi Sosial dan Ekonomi (Regsosek) 2022 menjadi salah satu langkah yang diambil untuk memperbaiki data kependudukan di Indonesia, yang bisa dibilang masih amburadul. Sering kita temui, berdasar data kependudukan yang ada, bantuan yang dikucurkan pemerintah diakui salah sasaran.

Banyak ditemukan di masyarakat, ketika bantuan itu disalurkan, justeru diserahterimakan kepada orang yang salah, alis tidak berhak menerima bantuan. Hal itu disebabkan karena tingkat kesejahteraannya tidak tepat menerima bantuan. Ketika hal itu dipertanyakan, selalu saja yang berwenang bertameng bahwa orang terserbut terdata dalam data kependudukan penerima bantuan.

Baca Juga :  Dalam Rangka Memperingati HUT Provinsi ke-22, Pemprov Gorontalo Gelar Pasar Murah

Sebagaimana disampaikan Prajasa Afriyanto, salah seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, salah satu latar belakang dilaksanakannya Regsosek 2022 adalah masih belum tertatanya data kependudukan yang ada. Terlebih pemerintah berkeinginan membuat data tunggal sebagai basis data, untuk keperluan pengambilan kebijakan.

Hal itu disampaikan Prasaja saat menyampaikan materi Kolaborasi Bersama Untuk Registrasi Sosial Ekonomi 2022, ketika menjadi pemateri pada rakor media massa di Kota Gorontalo.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bone Bolango Ajak Orang Tua Memperhatikan Gizi Makanan Anak-Anak

“Regsosek 2022 adalah kegiatan pendataan yang bertujuan memperbaiki Data Kependudukan yang telah ada, sebagai salah satu bentuk reformasi program perlindungan sosial,” katanya.

Dia juga menjelaskan, standar operasional prosedur (SOP) pendataan adalah setiap petugas harus langsung mendata dan bertemu langsung dengan masyarakat yang didata. Sesuai tempat tinggalnya.

Terkait hal tersebut, Kepala BPS Provinsi Gorontalo menegaskan, pendataan Regsosek dipastikan akan menjangkau daerah terpencil sekalipun di seluruh wilayah Gorontalo.

Baca Juga :  Desa Hutadaa Kabupaten Gorontalo Menjadi Sasaran Banjir Saat Musim Hujan

“Prinsip pendataan pada Regsosek 2022, tidak boleh ada rakyat yang tidak terdata dan didata dua kali,” tegas Mukhamad Mukhanif.

Dikarenakan pentingnya pendataan yang dilakukan dalam Regsosek bagi pengambil kebijakan, masyarakat diharapkan memberikan jawaban yang benar dan jujur. Sehingga pada ujungnya terbentuk sebuah data tunggal sebagai basis data. Di mana atas dasar data kependudukan tersebut, pemerintah akan membuat kebijakan, sehingga hak-hak rakyatnya tidak lagi salah sasaran.(*as)

Share :

Baca Juga

Mandi Safar

Sosial dan Budaya

Tradisi Mandi Tolak Balak di Gorontalo Dengan Mandi Safar

Sosial dan Budaya

Sebanyak 12 Kepala Keluarga Desa Hutadaa Memilih Mengungsi Dari Banjir

Daerah

Bone Bolango Percontohan Griya Abhipraya Pertama di Gorontalo

Sosial dan Budaya

Apel Siaga Pengukuhan Petugas Pendataan Awal Regsosek 2022

Sosial dan Budaya

Moon Otoluwa Ajak Perempuan Perangi Seks Bebas di Gorontalo

Daerah

Pemkab Gorontalo Berkomitmen Capai UHC

Olahraga

Idham Holik Apresiasi KPU Gorontalo dan AMSI Gelar Sekolah Literasi Pemberitaan

Sosial dan Budaya

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ini Harapan Pemuda Gorontalo