Home / Ekonomi

Senin, 13 Februari 2023 - 19:50 WIB

Rokok Kretek Filter Penyumbang Tertinggi Kedua Angka Kemiskinan

Bagikan

GM – Kota Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provins Gorontalo mencatat, Rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar kedua setelah beras, terhadap garis kemiskinan di daerah pedesaan yang ada di Gorontalo September 2022. Dengan kata lain, masyarakat miskin di pedesaan yang ada di Gorontalo umumnya mengolokasikan pendapatannya untuk membeli beras yang pertama, dan keduanya adalah rokok kretek filter.

BPS Provinsi Gorontalo mencatat, andil belanja rokok kretek filter di kawasan pedesaan terhadap garis kemiskinan di Gorontalo, sebesar 11,28%, kedua setelah beras yang mencapai 27,55%. Kondisi itu berbeda dengan angka kemiskinan di perkotaan. Di mana andil terbesar terhadap angka kemiskinan adalah beras sebesar 25,67%, disusul Tongkol/tuna/cakalang sebesar 7,91%, sedangkan rokok kretek filter menempati urat ke tiga dengan 6,82%.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Luncurkan Iven Wisata 2023 di Kabupaten Gorontalo

“Kalau belanja rokok bisa digantikan dengan komoditas lain yang mengandung kalori, garis kemiskinannya (Gorontalo, Red) akan turun dan angka kemiskinannya juga turun,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Muhkamad Mukhanif.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Gorontalo Terima Penghargaan Mitra Utama Terkolaboratif
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif Tengah Diwawancara

Presentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan pedesaan di Gorontalo September 2022 mengalami kenaikan yang berbeda. BPS Provinsi Gorontalo mencatat angka kemiskinan di perkotaan sebesar 4,49%, naik 0,52% poin dibandingkan Maret 2022 yang tercatat sebesar 3,97%. Sementara persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2022 tercatat sebesar 24,52 persen, naik 0,10 persen poin jika dibandingkan kondisi Maret 2022 yang tercatat sebesar 24,42 persen

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Ikut Pendataan Regsosek 2022

Secara umum, jumlah penduduk miskin di Gorontalo September 2022 sebanyak 187,35 ribu jiwa, naik sebanyak 1,9 ribu jiwa jika dibandingkan dengan maret 2022, dan naik sebanyak 2,75 ribu jiwa terhadap September 2021.

Bertambahnya jumlah penduduk miskin di Gorontalo itu menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan di Gorontalo pada September 2022, menjadi 15,51%. Naik 0,09% dibanding Maret 2022 dan naik 0,10% dibandingkan September 2021. (*as)

Share :

Baca Juga

finasial

Ekonomi

Kinerja Industri Keuangan Non-Bank

Ekonomi

Inflasi Gorontalo Lebih Rendah Dari Inflasi Nasional

Ekonomi

Pemprov Jaga Tidak Terjadi Kelangkaan Barang dan Lonjakan Harga

Daerah

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Luncurkan SIAP QRIS

Ekonomi

Bazar Ramadan “The Light of Ramadan”

Ekonomi

Pendataan BPS Tidak Terkait Pajak dan Dijamin Aman

Ekonomi

Pemasaran Digital Dinilai sebagi Salah Satu Cara Bagi UMKM Bersaing di Pasar Global

Ekonomi

Bulog Gorontalo Ajukan Tambahan 1000 Ton Beras