Home / Ekonomi

Rabu, 4 Januari 2023 - 17:44 WIB

Petani di Ujung 2022 Usaha Pertaniannya Merugi

Bagikan

GM – Kota Gorontalo – Akhir tahun 2022, tepatnya Desember, Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo Kembali Turun, hingga nilainya di bawah 100. NTP merupakan salah satu indikator, untuk mengetahui daya beli masyarakat pedesaan atau keuntungan petani dari usaha pertanian. Baik itu Petani Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan, dan Perikanan baik tangkap maupun budidaya.

Petani dikatakan memiliki keuntungan dari usaha pertaniannya jika NTP-nya lebih dari 100. Selain itu mereka dinilai memiliki daya beli yang rendah jika sebaliknya NTP-nya di bawah 100. NTP sendiri merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani, dengan indeks harga yang harus dibayarkan petani. Dengan kata lain, perbandingan antara uang yang diterima petani dari hasil usaha pertaniannya, dengan uang yang harus dibayarkan petani untuk modal usaha dan konsumsi mereka.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Akan Terus Meningkat

Enam bulan terakhir, sejak Juni – Desember 2022, Nilai Tukar Petani di Gorontalo terus merosot. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Mencatat, NTP Juni senilai 105,98, menjadi 103,54 di Juli, kembali turun di Agustus menjadi 103,20, turun lagi di September menjadi 102,86, turun menjadi 102,14 di Oktober, turun tajam di November menjadi 100,45, dan ujungnya kembai merosot menjadi 99,19 di Desember 2022.

Baca Juga :  Wakil Bupati Gorontalo Buka Turnamen Domino di Kelurahan Kayubulan Bawah

Merosotnya nilai NTP Desember itu, menyebabkan NTP Gorontalo turun senilai 1,25% dibandingkan NTP November 2022, senilai 100,45. Kondisi itu disebabkan indeks yang diterima petani turun sebesar minus 0,02% sedangkan Indeks yang harus dibayarkan petani naik 1,25%.

Baca Juga :  Buku Belajar Dari Bone Bolango Bisa Memprovokasi Penanganan Kemiskinan

“Penurunan Nilai Tukar Petani di Gorontalo ini sudah enam bulan berturut-turut. Tak kunjung naik dan kita menjadi nilainya di bawah seratus,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo. Mukhammad Mukhanif.

“Nilai Tukar Petani di bawah 100 menunjukkan adanya daya tukar yang tidak ideal, sehingga petani merugi lah. Secara umum petani itu merugi untuk usaha pertaniannya,” terangnya.

Merosotnya NTP itu, menurut data yang dicatat BPS, disebabkan karena tidak berimbangnya modal petani dan hasil yang mereka peroleh dari usaha pertaniannya.(*as)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Per 3 Januari Harga Pertamax dan Dex Series Turun

Ekonomi

Inflasi Gorontalo Lebih Rendah Dari Inflasi Nasional

Ekonomi

Direksi Pertamina Pastikan dan Jamin Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran di Sulawesi

Ekonomi

Cinta Bangga dan Paham Rupiah Didik Masyarakat Kenali Keaslian Rupiah

Ekonomi

Bimtek Peningkatan Kreatifitas Pelaku Ekonomi Kreatif Go Digital 2022

Ekonomi

Keuangan Pemerintah Daerah di Gorontalo Masih Sangat Bergantung Pada Transfer Pemerintah Pusat

Ekonomi

Dua Kabupaten Belum Termasuk Daerah Berstatus UHC

Ekonomi

Kemandirian Fiskal Kabupaten Gorontalo Tergolong Belum Mandiri