Pengembangan Project “NEX“ (National Export), B2B & B2C E-commerce Bantu export produk Industri Kecil dan Memengah di Indonesia

0
139 views

GLOBALMEDIA.ID, Jakarta (14/10) – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Jumlah UMKM yang tersebar di Indonesia sebanyak 62,9 juta unit meliputi perdagangan, pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, pertambangan, pengolahan, bangunan, komunikasi, hotel, restoran dan jasa-jasa.

Ditengah perkembangan UMKM di awal tahun 2020, penyebaran virus Covid-19 memberikan dampak bagi pelaku UMKM di Indonesia. Peran pelaku UMKM ditengah wabah untuk tetap menjaga pertumbuhan UMKM menjadi sangat penting. Saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah menahan penyebaran Covid-19, selain itu juga diperlukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan produktivitas UMKM baik dari segi quality, quantity dan permodalan.

E-Commerce dapat dimanfaatkan dalam operasional bisnisnya, UMKM akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan berpeluang menggaet  pelanggan baru. Di sisi lain, pelanggan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang diperlukan secara online.

Selain itu ditengah wabah covid 19, pengusaha UMKM Indonesia berpotensi untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia, khususnya di sektor non-migas. Menurut data BPS tahun 2018, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 61 persen. Adapun nilai ekspor non migas UMKM mencapai Rp293,84 triliun atau sebesar 14,37 persen dari total ekspor non migas nasional.

Melihat potensi ini, Devi Erna Rachmawati, SE., MBA., Ph. D selaku Direktur Utama PT. Revealium Barakah Hub melalui program NEX (National Export) bekerjasama dengan PT POS LOGISTIK INDONESIA dan  Indonesia Eurasia International Council mempersiapkan UMKM menuju pasar global melalui teknologi digital. Penerapan ini bukan hanya untuk mendorong UMKM agar ekonomi Indonesia dapat bertahan di masa pandemi covid-19 saja. Melainkan ada banyak pengusaha Indonesia, terutama pengusaha-pengusaha muda yang mengembangkan produk yang kreatif berkualitas dan dapat bersaing di pasar global.

Ruslan Israpil sebagai president Indonesia Eurasia International Council menjelaskan bahwa Perkembangan teknologi dewasa ini semakin pesat, manfaat kecanggihan teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan jual-beli secara onlineHanya dengan satu genggaman melalui aplikasi jual-beli online yang ada pada smartphone  kita dapat membeli barang yang kita inginkan tanpa harus keluar rumah. Adanya e-Commerce yang menggunakan sistem pembayaran dengan cara transfer atau non tunai maka dapat mendorong terciptanya masyarakat Cashless Society yang dirasa lebih cepat, efisien dan praktisPeningkatan jumlah anggota online shop juga membuat nilai transaksi e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan dimana pada tahun 2018 dengan pengguna belanja online yang mencapai  8,7 juta dan nilai transaksi $4.89 miliar membuat bisnis melaui e-Commerce semakin menggiurkan. Melalui program NEX (National Export)  E-Commerce menjadi salah satu peluang UMKM menjadi jalan untuk dapat bersaing dipasar global.

Menurut perkiraan, 2020 akan menjadi tahun yang unik untuk e-niaga B2B, dengan penjualan yang diperkirakan dua kali lebih besar daripada ritel online (B2C), kita dapat berharap untuk mengamati transformasi digital massal bisnis B2B di seluruh dunia selama beberapa tahun kedepan. Tren dalam e-niaga B2B di tahun 2020 sebagian besar dibentuk oleh apa yang terjadi di pasar B2C.

Jika kita melihat statistik dari e-niaga B2C, kita dapat melihat bahwa orang menghabiskan lebih banyak waktu online menggunakan perangkat seluler daripada desktop. Pada 2021, 73% penjualan e-niaga akan dilakukan dengan cara ini.

Artificial intelligence (AI) and machine learning (MI)  semakin banyak diadopsi di situs e-commerce B2C berukuran menengah hingga besar, berkontribusi pada layanan pelanggan yang lebih baik dan penawaran yang dipersonalisasi. Dalam B2B e-commerce, AI sebagian besar digunakan oleh pemain terbesar, tetapi semakin banyak perusahaan menengah juga berpikir untuk memanfaatkan manfaatnya. Saat ini bidang paling umum di mana teknologi AI mendukung portal B2B adalah: pencarian produk, layanan pelanggan, atau rekomendasi produk. Tapi kami pikir ini akan melangkah lebih jauh dan seiring berkembangnya teknik pengenalan gambar, situs e-niaga B2B biasa akan memungkinkan pengguna untuk mencari produk dengan mengunggah foto mereka. Dalam layanan pelanggan, chatbot cerdas yang terintegrasi dengan platform B2B akan memainkan peran penting. Mereka mampu memberikan informasi kepada pelanggan tentang produk atau waktu pengiriman. Rekomendasi produk sama tuanya dengan e-commerce itu sendiri, tetapi dalam beberapa tahun terakhir (berkat AI) fitur ini semakin dapat memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan perilaku pelanggan.

YUZON ERMAN selalu Direktur Utama PT. Pos Logistik Indonesia menjelaskan bahwa sebagai Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki pengalaman dibidang logistic yang meliputi Freight Forwarding, Transporting, Warehousing, Cargo dan Jasa Pengurusan Kepabeanan di wilayah Indonesia ataupun ke Luar Negeri akan mensupport dan mengembangkan dan bekerjasama untuk mengembangakab NEX (National Export) dengan memfasilitasi pengiriman produk-produk UMKM ke Luar Negeri dengan kapasitas pengiriman dibawah 100 kg.

Harapannya melalui program NEX (National Export) ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, dengan membantu UMKM untuk dapat bertahan ditengah pandemic covid-19 dan NEX menjadi stimulus untuk mensupport UMKM dengan penggunaan teknologi untuk dapat bersaing dipasar global. (rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini