Terkait aturan bertransportasi masa PSBB, Kemenhub lakukan koordinasikan dengan Pemprov DKI

0
1 views
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi "menginjak rem darurat" yang mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dan memberlakukan kembali PSBB total.

GLOBALMEDIA.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait aturan bertransportasi dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diberlakukan kembali pada 14 September mendatang.

“Kami akan melakukan pembahasan lebih dulu dengan Pemprov DKI Jakarta agar tujuan mencegah meluasnya penularan dapat tercapai dan masyarakat pengguna transportasi juga tetap mendapatkan layanan yang aman dan sehat,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9).

Adita menjelaskan Kemenhub juga sudah mengeluarkan aturan bertransportasi massal di masa pandemi yang terbagi dalam empat sektor, yakni transportasi darat, laut, perkeretaapian dan udara.

Kemenhub telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 41 Tahun 2020, Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kemudian, PM tersebut dituangkan ke delam Surat Edaran untuk masing-masing sektor, di antaranya SE 11/2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), SE 12/2020 tentang petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adapatasi Kebiasaan baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Selanjutnya, SE 13/2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan SE 14/2020 Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Untuk pengendalian transportasi, kami telah menerbitkan PM 41 nomor 2020 yang diikuti dengan Surat Edaran 11,12,13 dan 14,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB secara total seiring dengan terus bertambahnya kasus positif COVID-19 dan semakin penuh kapasitas untuk para pasien di rumah sakit rujukan.

Dalam masa PSBB total, seluruh perkantoran di DKI Jakarta diwajibkan memberlakukan kerja dari rumah serta seluruh sekolah serta lembaga pendidikan, seperti kursus tutup.

Seluruh tempat ibadah juga ditutup sementara seperti pada masa PBSS April lalu. Ibadah dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing dengan tetap menjaga jarak.

Untuk layanan transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT dan LRT tetap beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00.

Maksimum jumlah penumpang pada kendaraan roda empat adalah tiga orang dengan wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak fisik.(ANT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini