Wakil Gubernur Sulteng minta UMKM tingkatkan mutu produk jualan

0
4 views
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi (tiga dari kiri) sedang menikmati kopi dari daun kelor sebagai salah satu produk kearifan lokal. (Antara/Anas Masa).

GLOBALMEDIA.ID, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi minta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu untuk meningkatkan mutu produk agar mampu bersaing dipasaran.

“Semua sangat tergantung kepada kualitas dan juga tentu kemasannya,” katanya di sela-sela kegiatan pameran produk pangan lokal yang diselenggarakan Dinas Pangan Provinsi Sulteng di Palu,Kamis (20/8/2020).

Wagub Rusli memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang memproduksi berbagai bahan baku dari berbagai jenis pangan lokal menjadi suatu produk makanan/minuman dan dijual di pasaran.

Apalagi, kata dia, yang mengolahnya adalah kelompok usaha yang dikembangkan oleh wanita.

Menurut dia, banyak sekali bahan baku pangan lokal yang jika diolah dan dikemas dengan menarik, tentu akan laris dijual di pasaran.

Karena itu perlu diperhatikan adalah kualitas dan cara kemasnya dilakukan secara menarik sehingga mampu menarik makin banyak konsumen membelinya.

Kepala Dinas Pangan Sulteng, Abdullah Kawulusan mengatakan sudah banyak pelaku usaha, khusus bergerak dalam produk-produk dari pangan lokal.

Ia mengatakan semua pelaku UMKM yang memamerkan produk olahan dari bahan baku pangan lokal merupakan binaan dari Dinas Pangan Sulteng.

Baik para kelompok tani wanita dan juga pelaku usaha yang khusus bergerak dalam produk dari pangan lokal seperti pisang, ubi-ubian, labu,talas, jagung, kedelai dan juga kelor.

Komoditi pangan lokal tersebut, kemudian diolah menjadi produk makanan dan minuman seperti keripik,kopi dan teh dari daun kelor.

Pemerintah melalui Dinas Pangan Sulteng ke depan akan memprogramkan demo berbagai jenis komoditi pangan dan juga produk UMKM di setiap kabupaten dan kota di Provinsi yang terletak di Pulau Sulawesi ini.

Ini sebagai salah satu program kementerian pertanian terkait dengan diversifikasi pangan lokal untuk melepaskan ketergantungan masyarakat dari beras. (ANT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini