Program Pemberdayaan Masyrakat, Kepala Karantina Pertanian Tanam 1,500 Bibit Sagu diatas lahan 15 Ha

0
2 views
PENANANAMAN.Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman (topi biru) sedang menanam bibit pohon sagu di Kampung Senegi, Distrik Animha, Kabupaten Merauke, Papua. ANTARA /HO-Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke

GLOBALMEDIA.ID, Jayapura – Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, Sudirman mengaku terlibat dalam penanaman 1.500 bibit pohon sagu di lahan seluas 15 hektare (Ha) di Kabupaten Merauke, Papua.

“Sebanyak 1.500 bibit ditanam pada lahan gambut seluas 15 Ha. Hal ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Penanaman jenis sagu lokal sangat penting untuk menjaga plasma nutfah sagu Papua yang dilakukan sejak Jumat (14/08),” kata Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2020).

Menurut dia, program restorasi gambut yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Restorasi Gambut hingga saat ini masih terus berjalan.

Program ini sebagai upaya untuk mengelola lahan gambut yang tersebar wilayah Indonesia dan belum dimanfaatkan, salah satunya Kabupaten Merauke yang memiliki lahan gambut sekitar 11.576 Ha.

Sejak 2018 hingga 2019 sudah 70 Ha yang sudah diolah menjadi lahan persawahan, pada tahun ini Merauke kembali mendapatkan program ini melalui penanaman bibit sagu untuk ditanam pada lahan gambut di bawah pembinaan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura  dan Perkebunan.

“Nah, Karantina Pertanian Merauke terlibat dalam penanaman Sagu di Kampung Senegi, Distrik Animha,” katanya.

Lebih lanjut, dia sampaikan, sagu dapat diolah menjadi berbagi macam produk salah satunya papeda yang menjadi makanan khas Papua.

“Sagu sudah melekat di masyarakat Papua, bisa menjadi pangan alternatif. Dan kita berharap produksinya besar agar mencapai pasar ekspor,” katanya.

Ia menjelaskan, sagu bisa dijadikan pangan lokal alternatif pengganti beras karena kandungan karbohidrat sagu lebih tinggi dari jagung dan kentang. “Mari kita dukung program diversifikasi pangan dengan cara konsumsi pangan lokal,” katanya lagi.(ANT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini