15 hektare padi di Mukomuko terserang ulat penggulung daun

0
4 views
Tanaman padi yang terserang ulat penggulung daun di Desa Tirta Mulya, Kabupaten Mukomuko. ANTARA/Ferri Aryanto

Mukomuko  – Seluas sekitar 15 hektare tanaman padi yang berumur sebulan di Desa Tirta Mulya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terserang ulat penggulung daun namun tidak sampai merusak semua tumbuhan yang menghasilkan beras ini.

Seluas belasan hektare tanaman padi berumur sebulan yang terserang ulat penggulung daun tersebut milik Kelompok Tani Ngupayo Desa Tirta Mulya, Kabupaten Mukomuko.

Purwanto, anggota Kelompok Tani Ngupoyo Desa Tirta Mulya, mengatakan bahwa kelompok taninya secara swadaya mengatasi ulat penggulung daun yang merusak tanaman padi tersebut.

“Kami tidak mengusulkan permohonan bantuan insektisida dari kelompok ke dinas. Kami mengatasinya sendiri secara swadaya. Selama ini pun seperti itu,” katanya. Kamis (6/8/2020)

Seluas sekitar 15 hektare lahan tanaman padi yang masih berumur 35 hari milik Kelompok Tani Ngupoyo Desa Tirta Mulya yang terserang ulat penggulung daun sejak seminggu terakhir.

Kelompok taninya menggunakan pestisida berupa insektisida untuk mengatasi ulat penggulung daun yang menyerang tanaman padi milik mereka.

“Sejak beberapa hari ini kami melakukan menyemprotkan cairan insektisida ke sejumlah tanaman padi yang terserang ulat penggulung daun secara bertahap,” ujarnya.

Ia yakin tanaman padi di lahan 15 hektare yang telah terserang ulat penggulang daun ini tidak rusak atau sampai gagal panen atau puso karena yang terserang hanya bagian daun padi.

Kendati demikian, kata dia, serangan ulat penggulung daun ini menganggu pertumbuhan tanaman padi yang seharusnya daun menjadi segar bisa berkembang dan bertambah tetapi lama tumbuh.

Menurut dia, daun tanaman padi yang telah terserang ulat penggulung daun tersebut langsung rusak. Akan tetapi, akan tumbuh kembali daun tanaman padi yang baru.

Ia mengatakan bahwa petani di wilayah ini tidak terlalu khawatir tanaman padi terserang ulat penggulung daun karena gampang dalam penanganannya.

“Petani lebih khawatir apabila tanaman padi terserang hama padi atau wereng,” katanya.  (ANT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini