Bentuk tim khusus, Polres Cianjur selidiki kasus investasi bodong

0
0 views
Petugas dari Mapolres Cianjur, Jawa Barat, disiagakan di rumah millik HA pengelola investasi bodong di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, karena sejak dua hari terakhir banyak didatangi nasabah yang merasa di rugikan, Minggu (2/8) (ANTARA/Ahmad Fikri)

GLOBALMEDIA.ID, Cianjur – Polres Cianjur membentuk tim khusus untuk mengembangkan dan menyelidiki kasus dugaan investasi bodong dengan korban hingga ribuan orang. Korban investasi bodong itu terserbar di empat kabupaten di Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung Barat

” Diperkirakan jumlahnya lebih dari 1.000 orang,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto saat dihubungi di Cianjur, Minggu(2/8/2020).

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut, berawal dari nasabah atau investor yang berdatangan ke rumah pengelola investasi HA di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, mereka menuntut haknya yang dijanjikan akan disalurkan satu pekan menjelang hari raya kurban oleh HA sekaligus pemilik CV Hoji Jaga Abadi.

Namun janji HA yang akan menyerahkan hak nasabah tanggal 31 Juli, tidak kunjung dipenuhi, bahkan ketika didatangi ratusan orang ke rumahnya HA tidak berada di rumah. Jumlah nasabah yang datang terus bertambah hingga Minggu pagi, sehingga petugas terpaksa memasang garis polisi di area rumah mewah yang berdiri di atas lahan cukup luas tersebut.

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut, bahkan tim sudah bergerak untuk mencari keberadaan HA yang mengaku berada di luar kota berdasarkan keterangan sejumlah ketua kelompok yang sudah dimintai kesaksiannya,” kata Juang.

Pihaknya ungkap dia, akan mengusut tuntas kasus tersebut karena melibatkan banyak korban yang telah menanam investasi hingga ratusan juta per satu orang dan berasal dari beberapa kabupaten terdekat dengan Cianjur. Hingga saat ini, ungkap dia, pengelola sekaligus direktur investasi tersebut masih dalam pengejaran petugas.

Ia menambahkan, paket yang ditawarkan HA tidak hanya paket kurban, termasuk paket lebaran, kendaraan dan barang elektronik dengan uang yang harus disetorkan nasabah jauh dari nilai barang yang akan didapat, sehingga banyak korban yang tertarik untuk menanamkan saham mulai dari satu juta hingga ratusan juta rupiah.

“Tim sudah bergerak dan kami akan tuntaskan kasus ini segera. Untuk saat ini pemilik masih dalam pengejaran petugas dan segera dimintai keterangan,” katanya. (ANT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini