ALFI Sulselbar sistem angkutan barang terintegrasi siap diterapkan

0
12 views
Aktivitas bongkar muat di terminal Petikemas Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO

GLOBALMEDIA.ID, Makassar – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) siap menerapkan sistem angkutan barang terpadu dan terintegrasi (multimoda) secara nasional.

Ketua ALFI Sulselbar Syaifuddin Syahrudi di Makassar, (Minggu, 26/7/2020), mengatakan, ALFI seluruh Indonesia sudah siap dengan sistem yang baru tersebut agar dapat memperbaiki kinerja logistik.

“Sistem angkutan terpadu dan terintegrasi, yang dinamakan multimoda itu, akan segera dilaksanakan perusahaan JPT di seluruh Indonesia. Sistem tersebut diharapkan dapat mewujudkan sistem logistik nasional yang efektif, efisien dan kompetitif,” ujarnya.

Menurut dia, perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) di Sulselbar sudah terbiasa menerapkan sistem angkutan terpadu dan terintegrasi (multimoda), karena Pelabuhan Makassar dan Bandar Udara Internasional Hasanuddin merupakan pusat alih pemuatan (transhipment) dari Indonesia Bagian Barat dan Tengah ke wilayah Indonesia Bagian Timur.

Dia menyatakan, kebijakan peningkatan yang dilakukan oleh ALFI pusat itu penerapannya sudah dilakukan di Makassar karena Makassar menjadi hub Kawasan Timur Indonesia.

“JPT di Sulselbar sudah terbiasa melakukan pengiriman barang dengan sarana angkutan terpadu dan terintegrasi (multimoda), baik pengiriman barang antarpulau maupun ekspor dan impor,” katanya.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi DPP ALFI Anwar Satta membenarkan bahwa ALFI kini telah siap menerapkan sistem angkutan barang secara terpadu dan terintegrasi (multimoda) secara nasional.

“Dalam waktu dekat sistem angkutan terpadu dan terintegrasi secara nasional tersebut segera akan dilaksanakan, karena ALFI sejak lama telah memiliki perangkat sistem angkutan tersebut,” katanya.

Anwar menjelaskan bahwa jumlah perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) anggota ALFI dari Sabang hingga Merauke saat ini sebanyak 3.412 perusahaan dan mereka akan dilibatkan dalam mewujudkan sistem angkutan multimoda nasional.

Dari jumlah perusahaan anggota ALFI sebanyak itu, lanjut Anwar, 291 perusahaan berklasifikasi internasional yang telah menerapkan sistem angkutan multimoda sejak tahun 1990-an.

Sementara itu, perusahaan yang memiliki izin Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM) baru 12 dan separuhnya pun anggota ALFI.

“Dengan membangun sistem angkutan terpadu dan terintegrasi (multimoda) dari dan ke seluruh wilayah kota dan kabupaten diharapkan dapat memperbaiki kinerja logistik secara nasional dan bahkan dapat mendorong investasi dan ekspor dari berbagai daerah,” ucapnya.(ANT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini