Tingkatkan Layanan di Masa Pandemi COVID19, PLN Jawa Barat Buka 109 Posko Informasi Tagihan Listrik, Pastikan tidak ada Kenaikan Tarif Listrik Juni 2020

0
22 views
Zoom Meeting PLN UID Jabar foto Istimewa

GLOBALMEDIA.ID, Bandung  – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan selama masa pandemi COVID-19 dengan menyediakan posko informasi tagihan yang ditempatkan diseluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) wilayah Jawa Barat sejak 6 Juni 2020.

“Kami menyediakan sebanyak 109 posko, hal ini demi meningkatkan layanan dan kepedulian kami kepada para pelanggan, selain itu juga membantu para pelanggan mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait tagihan listrik mereka,” kata Manajer Bidang Komunikasi PLN UID Jabar, Iwan Ridwan.Kamis, (16/07/2020).

Posko informasi tagihan listrik ini, selain menerima pelanggan yang datang langsung ke kantor PLN, juga secara pro aktif petugas menghubungi para pelanggan yang teridentifikasi tagihan listriknya naik cukup signifikan, petugas menghubungi pelanggan melalui nomor telepon yang terdaftar dalam basis data pelanggan yang ada, untuk memberikan informasi, termasuk juga mencatat masukan. Melalui posko ini, para pelanggan menerima informasi langsung dan valid terkait perhitungan listrik terutama selama masa pandemi COVID-19.

Salah satu pelanggan yang berhasil dihubungi adalah Ibu Iis, seorang warga kota Bandung. Iis mengatakan bahwa pemakaian listrik saat masa pandemi berdampak pada penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), membuat aktifitas dilakukan dirumah.

“Jika ada kenaikan tagihan listrik, tentu ini saya maklumi karena pada Maret, April, Mei benar-benar aktifitas dirumah, biasa siang gak dirumah sekarang dirumah, banyak aktifitas dirumah yang kadang gak kepikiran sama kita, jadi sebenernya ada pos-pos biaya aktifitas yang hilang pindah ke penggunaan listrik, seperti biaya bensin perjalanan, makan siang diluar, dan aktifitas biasa lainnya, malah kalau dihitung detil, rasanya selama pandemi pengeluaran menurut saya lebih irit,” papar Iis ketika dihubungi PLN.

Selain Iis, Koswara seorang warga Perumahan Baleendah baru memahami perhitungan tagihan listrik rumahnya setelah dijelaskan oleh petugas PLN.

“Alhamdulillah saya sudah mengerti tentang tagihan listrik bulan sekarang, setelah pihak PLN konfirmasi, saya mengerti bahwa pembacaan meter di saat pandemi kemarin sempat di pending dan di rata-rata kan, sekarang mulai new normal pembacaan dilakukan lagi baru keluar perhitungan real nya ya, kerasa sih kemarin kan aktifitas dirumah terus,” kata Koswara.

Masa pandemi COVID-19 ini telah membuat pemakaian listrik masyarakat pada umumnya meningkat karena melakukan kegiatannya dirumah, namun hal ini tidak berdampak pada semua masyarakat, ada juga pelanggan yang tagihan listrik nya tetap, biasanya hal ini dialami bagi pelanggan yang menggunakan listrik prabayar.

“Selama pandemi COVID-19 ini tagihan listrik saya sama aja sih normal, saya pakainya listrik token (prabayar), jadi dirumah juga saya atur aja pemakaian listriknya, jarang-jarang juga pakai yang gak perlu,” kata Mia seorang warga kota Cimahi.

“Melalui posko ini, PLN berupaya pro aktif memberikan informasi sejelas mungkin terhadap para pelanggan, PLN juga memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik, kenaikan tagihan yang dialami oleh pelanggan lebih disebabkan meningkatnya penggunaan listrik, akibat adanya pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, selain posko informasi tagihan listrik ini, para pelanggan juga tetap dapat menghubungi Contact Center PLN 123 yang siap melayani 24 jam,” pungkas Iwan.

Selanjutnya untuk Perhitungan tagihan listrik terdiri dari dua komponen utama, yaitu pemakaian yang dikalikan dengan tarif listrik. Sejak tahun 2017 tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

“Kami mendengar dan memahami pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik. Namun kami pastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif, tarif listrik tetap sejak 2017. PLN juga tidak memiliki kewenangan untuk menaikan tarif listrik,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril.

PLN juga memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus Covid-19 kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi, karena stimulus diberikan oleh Pemerintah.

“Stimulus Covid-19 murni pemberian Pemerintah bukan PLN. Dan kami tidak bisa melakukan subsidi silang. Kami juga diawasi oleh Pemerintah, DPR, BPK, dan BPKP, sehingga tidak mungkin kami melakukan subsidi silang,” tambah Bob.

Seperti diketahui, PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi covid-19 menyebabkan PLN tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan bulan April menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya. Kemudian, pada bulan April baru 47 persen petugas PLN  melakukan pencatatan meter untuk tagihan bulan Mei akibat kebijakan PSBB masih diberlakukan di beberapa daerah. Sementara pada bulan Mei hampir 100 persen dari pelanggan didatangi petugas untuk catat meter untuk rekening bulan Juni. Sehingga tagihan rekening bulan juni merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

“Penggunaan rata-rata tiga bulan, tidak lain adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penggunaan rata-rata tiga bulan ini juga menjadi standar pencatatan di seluruh dunia ketika petugas tidak dapat melakukan pencatatan meter,” tambah Bob.

Merespon kenaikan tagihan yang terjadi pada pelanggan, PLN memberikan solusi melalui kebijakan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pembayaran pelanggan. Jika pada bulan Juni terjadi kenaikan tagihan lebih dari 20 persen akibat penagihan bulan sebelumnya menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir, pelanggan berhak menerima perlindungan lonjakan dengan hanya membayar tagihan bulan Juni ditambah 40 persen dari selisih tagihan bulan sebelumnya saat menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan.  Kemudian 60 persen sisanya dibayar 3 bulan selanjutnya dengan besara 20 persen setiap bulan.

Sementara bagi pelanggan yang ingin menyampaikan pengaduan terkait tagihan listrik, PLN mengimbau pelanggan dapat menghubungi Contact Center PLN 123 yang siap melayani 24 jam atau dengan mengunjungi kantor layanan pelanggan PLN terdekat.(rl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini