Cegah Penyebaran Covid-19, Dispora Garut Perketat Protokol Kesehatan

0
39 views
Kadispora kabupaten Garut Drs Kuswendi Msi, Bersama UPT Kerkhof Saat meninjau pelaksanaan AKB yang di SOR Kerkhof

GLOABMEDIA.ID, GARUT– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut  telah melakukan penerapan standar operasional prosedur (SOP) tentang Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) pada kegiatan kepemudaan dan keolahragaan dengan melaksanakan protokol kesehatan.  Pemberlakukan AKB itu dapat memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan olahraga secara teratur agar dapat meningkatakan imun tubuh, untuk menangkal berbagai virus dan berbagai penyakit.

KadisporaKabupaten Garut Drs Kuswendi MSi, mengecek pelaksanaan Adaptasi Kebisaan Baru

Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Garut Drs Kuswendi, M.Si., mengatakan Penerapan aturan itu berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( Kemenpora RI) Nomor  6.11.1/MENPORA/VI/2020 Tentang protokol pencegahan penularan corona virus disease (covid-19) pada kegiatan kepemudaan dan keolahragaan dalam mendukung keberlangsungan pemulihan kegiatan melalui adaptasi perubahan pola hidup dalam tatanan normal baru.

“ Penerapan SOP Protokol kesehatan diharapkan dapat meminimalisir resiko dan dampak pandemic covid 19 pada kegiatan kepemudaan dan keolahragaan, karena potensi penularan covid 19  akibat berkumpulnya orang dalam lokasi tertentu,” katanya.

Petugas aga pada pintu masuk SOR kerkhof

Ia menuturkan, surat edaran itu, telah dilaksanakan pada hari minggu kemarin. Pelaksanaan adaptasi kebiasan baru ( AKB) itu, pada tiap pintu masuk arena olahraga, selain melakukan penyemprotan disinfektan, pihkanya menyediakan tempat cuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun dan pengunjung diharuskan memakai masker.

“ Kita terapkan aturan secara ketat, agar tidak terjadi  penularan virus corona,” ujarnya.

Lakukan pengecekan suhu saat masuk SOR Kerkhof

Memasuki adaptasi perubahan pola hidup dalam tatanan normal baru. Menurutnya, Masyarakat tetap bisa melakukan aktivitas olahraga, tetapi yang tidak bersentuhan secara langsung. seperti  jogging track di lapangan Kerkhof dengan mengatur jarak sekitar dua meter .

“ Tenis meja, Bulu tangkis, Tenis lapang, itu bisa dilakukan,tetapi harus single atau perorangan, kalau dobel  gak boleh kan sudah berdekatan dengan rekan kita”ujarnya

Sementara untuk olahraga yang memerlukan body contact  seperti olahraga bela diri Basket, Bola Voli, dan olahraga lain yang menyebabkan kontak tubuh sampai saat ini belum diperbolehkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

“ Kegiatan olahraga dalam bentuk kejuaran /event/kompetisi/turnamen dan berbagai pertandingan lain sementara dihentikan, hingga kondisi kembali pulih,” tuturnya. (Sti)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini