Ini Kata Fatwa MUI, Tentang Aturan Salat Jumat di Masa Transisi New Normal

0
11 views
Pelaksanaan Salat Jumat Poto JIBI/Indah Septiyaning Wardani)

GLOBALMEDIA.IDKomisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan berdasarkan Fatwa MUI No 31 Tahun 2020 tentang tata cara salat Jumat pada  masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, tata cara itu salah satunya pada salat Jumat dengan memperpendek waktu khutbah Jumat, hal itu di lakukan aga mengurangi lamanya paparan jamaah dalam kerumunan.

 ” Saat salat, imam juga diminta supaya memilih surat Al Quran yang pendek,” ketua Komisi Fatwa MUI Hasanudin AF.

Ia menerangkan, Fatwa tentang penyelenggaraan salat Jumat dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 itu juga mengajak umat untuk merenggangkan barisan saf sholat. Memang pada dasarnya merapatkan dan meluruskan shaf merupakan keutamaan dan perwujudan kesempurnaan sholat bersama.

Hasanuddin mengatakan saat keadaan normal sholat berjamaah dengan saf yang tidak lurus dan tidak rapat hukumnya tetap sah, tetapi kehilangan keutamaan dan kesempurnaan berjamaah. Akan tetapi, di masa pandemi hal itu berbeda.

“Untuk mencegah penularan wabah COVID-19, penerapan physical distancing saat sholat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, sholatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iah,” kata dia.

Soal anjuran MUI agar merenggangkan saf di masa pandemi, kata dia, juga berlaku untuk pelaksanaan sholat wajib lainnya.

Sementara itu, Hasanuddin mengingatkan umat yang melaksanakan sholat Jumat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, membawa sajadah sendiri, wudhu dari rumah, dan menjaga jarak aman, sedangkan untuk jamaah yang sedang sakit dianjurkan sholat di kediaman masing-masing.

Ketua Komisi Fatwa MUI mengatakan saat pandemi COVID-19 hukumnya sah bagi jamaah yang mengenakan masker saat sholat, meski hukum asalnya makruh di keadaan normal. Makruh adalah suatu hukum syariah yang menyarankan suatu perbuatan tidak dilakukan, tetapi jika dilakukan tidak berdosa.

“Menutup mulut saat sholat hukumnya makruh, kecuali ada hajat syar’iyah. Karena itu, sholat dengan memakai masker karena ada hajat untuk mencegah penularan wabah COVID-19 hukumnya sah dan tidak makruh,” katanya.

 

 

 

Sumber : Suara.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini