Pembukaan Sekolah Terus Dievaluasi, Protokol Kesehatan Disiapkan

0
38 views
lustrasi poto : anak sd. ©wonk3.files.wordpress.com

GLOBALMEDIA.ID, JAKARTA – Pemerintah Pusat sudah mempersiakan dengan matang tentang rencana pembukaan sekolah di tengah pandemi covid-19.

“Protokol kesehatan sudah disiapkan. Jadi kita lihat dulu lah, dan ini kan masih terus dievaluasi,” ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian dilansir dari Suara.com, Selasa (2/6/2020).

Ia memastikan, pemerintah akan mengevaluasi jika nantinya kebijakan tersebut sudah diterapkan di tengah pandemi virus corona covid-19.

“Jadi biarkan aturannya ditegakkan, pengawasannya ditegakkan, biarkan kebijakan ini kemudian. Apabila segera berjalan dievaluasi, apakah memang menimbulkan peningkatan kasus covid lagi atau tidak,” katanya.

Lebih lanjut, kegiatan belajar mengajar harus terus berjalan. Meski demikian, Donny mengaku belum mengetahui teknis kegiatan belajar di tengah new normal.

“Tapi pendidikan kan harus berjalan, apakah nanti sistemnya ada kombinasi ada online dan offlne, tatap muka, itu kebijakannya bisa diambil dalam konteks kemudiannya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan menilai, wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 sebagai ketergesaan yang berbahaya.

Menurutnya jika hal tersebut dipaksakan akan menjadi pertaruhan besar bagi keselamatan generasi penerus bangsa di masa depan.

“Pembukaan sekolah di saat pandemi sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa. Kita tahu, hingga kini transmisi Covid-19 belum terkendali, kasus baru masih terus terjadi, dan kurvanya juga masih belum melandai. Saya keberatan jika anak-anak seperti dijadikan kelinci percobaan untuk menguji kebijakan pemerintah,” kata Netty dalam keterangan media, Sabtu (30/05/2020).

“Atas nama kecintaan, kepedulian dan keberpihakan terhadap masa depan generasi bangsa, saya minta tunda kebijakan ini,” tambahnya.

Kekhawatiran Wakil Ketua Fraksi PKS ini wajar, mengingat penularan Covid-19 kepada anak-anak Indonesia tergolong cukup tinggi. Sebagaimana rilis resmi yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 18 Mei 2020, bahwa tak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah anak yang meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berjumlah 129 orang dari 3.324 anak PDP tersebut.

Sumber : Suara.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini