DPRD Garut Minta Pemkab Beri Perhatian pada pesantren, Agar Protokol Kesehatan Di Pesantren Dimaksimalkan

0
32 views
H. R. Mochammad Romli ( Poto : RMOLJabar)

GLOBALMEDIA.ID, GARUT – Jelang Penerapan Penormalan Baru atau fase new normal khususnya di sektor pendidikan, DPRD Garut meminta Pemkab Garut tidak hanya sekolah umum, tetapi juga memberikan perhatian pada pondok pesantren untuk pemberlakuan era new normal.

Wakil Ketua DPRD Garut, H. R Mochamad Romli, mengatakan lembaga pendidikan di Kabupaten Garut tidak hanya yang tercatat di Dinas Pendidikan saja. Pemerintah harus memerhatikan pesantren untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Selama ini, pesantren kurang terperhatikan saat pandemi Covid-19 terjadi. Ketika new normal diberlakukan, Pemkab Garut harus memerhatikan sektor pendidikan pesantren,” ujar Romli, Sabtu (30/5/2020).

menurutnya, Protokol kesehatan di pesantren masih perlu ditata. Sejumlah pesantren di Garut rencananya pada bulan ini akan kembali memulai proses pembelajaran. Wali santri dan masyarakat sudah meminta para kiai membuka kembali pesantren.

“Ada kekhawatiran jika terlalu lama di rumah, kondisi santri terdampak pengaruh buruk lingkungan, media sosial, dan televisi, akibat kontrol yang lemah,” katanya.

Para ulama memandang persoalan pandemi ini dengan sangat bijak. Mereka tak ingin pesantren menjadi klaster baru Covid-19. Maka harus segera diantisipasi, agar pesantren tidak ragu saat kembali dibuka.

“Kalau malah dibiarkan tanpa ada bantuan dari pemerintah, bisa menjadi masalah besar. Harus ada upaya pencegahan juga dan bantuan pemerintah,” ucapnya

Kesiapan pesantren menjalankan new normal harus betul-betul menjadi perhatian. Kondisi sarana dan prasarana pesantren belum memenuhi standar kesehatan, terlebih protokol Covid-19.

“Kebutuhan sarana dan prasarana itu meliputi, Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) beserta tenaga dan alat medis, MCK, wastafel portabel, dan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Hal lainnya, APD, alat rapid test, hand sanitizer, dan masker pun sangat dibutuhkan. Ditambah harus adanya ruang karantina bagi santri yang datang dari luar kota sebelum kembali belajar.

Sumber :  jabar.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini