Berikut Hukum Mendengarkan Khotbah Idul Fitri, Lewat Media Daring

0
35 views

GLOBALMEDIA.ID, JAKARTA- melaksanakan salat Idul Fitri di rumah merupakan hal baru dan menjadi tantangan bagi setiap keluraga, lalu apakah khotbah idul fitri diganti dengan menyaksikan siaran langsung secra virtual?

Dilansir dari Suara.com, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan khutbah pada salat idul fitri hukumnya sunah muakkadah, yaitu sunah yang  sangat dianjurkan karena merupakan penyempurna pelaksanaan idul fitri.

 “Perlu dipahami bahwa khotbah idul fitri itu bagian dari pelaksanaan ibadah maka terikat oleh syarat dan juga rukun yang harus dipenuhi,” kata, Sabtu (23/5/2020).

Dikarenakan masih ada pandemi Covid-19, maka kata dia, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk menjalankan salat Ied di rumah masing-masing. Karena kondisi itu, khatib yang memberikan khutbah pun berasal dari anggota keluarga.

Asrorun menuturkan, jika ada salah satu lelaki di antara anggota keluarga yang memiliki kompetensi untuk berkhotbah, maka ia bisa membaca isi khotbah yang sudah dibagikan kepada anggota keluarga lainnya.

“Kita bisa pegang salah satu referensi untuk kepentingan pelaksanaan khotbah idul fitri, itu lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, jika anggota keluarga tidak ada yang bisa menjadi khatib, mereka tidak dilarang mendengarkan siaran secara virtual dengan tujuan belajar.

“Ya boleh itu bagian dari menuntut ilmu. Kita memperoleh pengetahuan dan bisa jadi karena niatnya baik kita memperoleh ilmu pengetahuan yang baik dicatat sebagai amal kebaikan juga,” ujarnya.

Meski demikian, Asrorun menegaskan mendengarkan khotbah melalui zoom atau media lainnya tidak masuk kualifikasi penyempurna salat Idul Fitri.

“Tetapi itu tidak masuk kualifikasi penyempurna salat idul fitri yang menajdi rangkaian ibadah khusus,” katanya.

Sumber : Suara.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini