Mesjid Agung Garut Tidak Menggelar Salat Idul Fitri

0
64 views
Mesjid Agung Garut

GLOBALMEDIA.ID,GARUT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memutuskan untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri di Mesjid Agung Garut, keputusan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran kembali covid-19, setelah daerahnya dinyatakan masuk zona biru atau level ( moderat) oleh Provinsi Jawa Barat.

” Pada dasarnya salat Id tak dilarang oleh pemerintah. Namun, untuk di tempat ibadah milik pemerintah seperti di alun-alun kecamatan dan masjid-masjid di lingkungan pemerintahan, tak akan ada pelaksanaan sholat Id. “Soal ibadah sholat Id, kami sesuai saran MUI dan pemerintah pusat,” kata Bupati Garut H Rudy Gunawan Senin (18/5/2020).

ia mengatakan, warga tetap dapat menggelar sholat Id di lingkungannya masing-masing. Akan tetapi, pelaksanaan sholat Id harus tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak (physical distancing) dan menggunakan masker.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, meminta Pemkab Garut untuk segera menetapkan status zona di setiap wilayah. Penetapan itu agar masyarakat tak bingung untuk menggelar shalat ied.

Ketua MUI Garut, KH Sirodjul Munir mengatakan, pelaksanaan sholat Idul Fitri bersifat kondisional. Artinya, jika wilayahnya tak masuk ke dalam zona merah, masyarakat boleh melalukan sholat berjamaah.

Sesuai Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat dan Shalat Idulfitri saat Pandemi Covid-19, shalat Idulfitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalah atau tempat lain bagi umat Islam. Dengan catatan, penyebaran Covid-19 di kawasan itu sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Selain itu, kawasan itu terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan, misalnya seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang.

Sholat Idul Fitri juga boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Dalam fatwa itu disebutkan, pelaksanaan sholat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan. Misalnya dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khotbah.

Sumber : republika.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini