MUI Himbau Masyarakat Taati Aturan PSBB

0
118 views
Ketua MUI Kabupaten Garut KH. Sirojul Munir

GLOBALMEDIA.ID, GARUT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut mendukung kebijakan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial pada 14 kecamatan di Kabupaten Garut. Dukungan atas kebijakan pemerintah itu, dengan membuat Surat Edaran (SE) Nomor 04 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah covid19.

“ Dalam surat edaran tersebut bahwa masyarakat wajib mentaati kebijakan pemerintah tentang karantina wilayah, yang dilaksanakan secara parsial,” Kata Ketua MUI Kabupaten Garut KH. Sirojul Munir saat ditemui di kantornya Jalan Otista Kecamatan Tarogong Kidul, Senin ( 11/05/2020).

Menurut Ia, Program pemerintah tentang penanganan covid-19 ini,  sesuai dengan perintah agama Islam.

“ Dalam kondisi seperti saat ini wajib dilaksanakan, karena termasuk kategori ibadah bahkan keutamaan ibadahnya sangat besar,” ujarnya.

Sementara untuk pelaksanaan Ibadah dibulan suci Ramadan, menurut Ia, khusus wilayah yang dinyatakan zona merah sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melaksanakan solat Tarawih di Mesjid, karena keadaaanya darurat syar’i, dan Rukhsah atau keringan dari Allah sebagai bentuk ikhtiar mencagah covid-19. Maka hukumnya wajib untuk menangkal tersebut, Cukup ibadah di rumah masing-masing.

“ Seperti salat jumat dapat diganti dengan salat zuhur, tidak akan menghilangkan fadilah. hal ini bukan menolak sholat jumat tapi ada darurat syar’i, ada rukhsah yakni keringanan dari Allah,” tuturnya.

Namun demikian, untuk zona merah, pihaknya tetap menganjurkan agar pengurus masjid tetap melaksanakan kegiatan ibadah di Mesjid, hal ini agar masjid tetap terurus.

“ Meskipun di zona merah, tetap orang yang mengurus mesjis seperti Marbot, Muadin, Imam solat harus ada, hanya tidak lebih dari lima orang, jadi tidak mutlak masjid harus kosong,” katanya.

Sedangakan untuk zona hijau, kata ia,  boleh melakukan kegiatan di masjid, tetapi protokol kesehatan harus dilaksanakan. Seperti rutin melakukan penyemprotan disinfektan agar masjid higienis dan terbebas dari virus corona.

“ Jama’ah  Masjid harus pakai masker, cuci tangan, dan membawa sejadah dari rumah,” ujarnya.

Ia menuturkan, khusus zona merah agar tidak melaksanakan salat sunat idul fitri, dan sebaiknya  dilaksanakan secara munfarid di rumah.

Pihaknya menghimbau kepada DKM yang masjid yang melaksanakan salat Idul fitri, agar  mempersingkat pelaksanaannya.

“ Khutbahnya dipersingkat, serta saat salat id, sebaiknya membaca surat pendek, hal ini agar mengihindari kerumunan.” Tuturnya. (Sti)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini